Fiksi adalah sebuah karya tulis yang bersifat imajiner (angan-angan). Meski imajiner, sebaiknya karya fiksi masuk akal dan mengandung kebenaran yang dapat mendramatisasi para pembacanya. Sehingga pembaca terbawa alur cerita saat membaca karya tulis fiksi.

Berdasarkan jenisnya, karya fiksi terdiri dari 3 katagori yang berbeda.

A) Novel
Novel adalah sebuah cerita yang panjang. Pada umumnya novel berisi rangkaian cerita yang menggambarkan seorang tokoh. Dalam sebuah novel cerita bisa terbagi hingga beberapa episode. Sehingga, untuk menulis karya fiksi novel diperlukan waktu yang cukup lama.

B) Cerpen
Cerpen adalah singkatan dari cerita pendek. Karya tulis ini cenderung menceritakan tokoh atau peristiwa secara padat dan langsung pada inti tujuan. Berbeda dengan novel, cerpen umumnya hanya cerita satu episode.

C) Genre Fiksi
Genre fiksi masuk golongan fiksi dan non fiksi. Karya tulis jenis ini memiliki sebuah dasar “fakta” namun di tulis dalam bentuk fiksi. Genre fiksi ini bisa dalam bentuk novel maupun cerpen.

Terlepas dari penjelasan tentang fiksi di atas. Berikut kami sampaikan 6 tips menulis fiksi agar menjadi karya tulis yang baik. Ke 6 tips ini tentu bukan ukuran baku untuk membuat karya fiksi yang baik.

1. Tentukan Tema

Tema merupakan pokok bahasan dari sebuah karya fiksi (novel, cerpen, genre fiksi). Tema akan menentukan arah dan tujuan dari sebuah tulisan fiksi.

Tema juga bisa disebut sebagai ide pokok dari rangkaian cerita yang akan ditulis. Penulis akan kesulitan menulis jika belum memiliki tema untuk cerita yang akan ditulis. Karena tema merupakan sebuah dasar dari karya fiksi. Oleh sebab itu, sebelum menulis cerita sebaiknya kamu tentukan dulu temanya.

2. Buat Judul yang Menarik

21-buat-judulSetelah menentukan tema untuk karya tulis kamu. Ada baiknya kamu memberi judul karya yang akan kamu tulis. Karena setelah memiliki judul, kamu akan lebih mudah untuk menulis cerita tersebut sesuai alur yang kamu inginkan.

Secara umum, judul merupakan “kepala tulisan” dari sebuah karya tulis. Judul menunjukan atau mencerminkan isi dari sebuah tulisan (fiksi dan non fiksi). Maka dari itu, saat pembuatan judul kamu harus bisa mencerminkan apa yang akan kamu tulis.

Kamu juga bisa membuat judul sementara untuk karya fiksi kamu. Setelah cerita yang akan kamu tulis selesai, kamu bisa memperbaiki judul tersebut. Tujuan membuat judul di awal, untuk mempermudah kamu menentukan alur cerita tersebut.

3. Tentukan Pemeran Utama

21-pemeran-utamaSetelah menentukan tema dan judul untuk karya fiksi kamu. Sebaiknya kamu menetukan pemeran utama dalam cerita tersebut sebelum membuat cerita. Tujuan dari mencari pemeran utama ini agar kamu lebih mudah menulis tokoh mana yang akan ditonjolkan di karya fiksi kamu.

Pemeran utama dalam cerita yang akan kamu buat bisa kamu, orang lain, benda, hewan dan lain-lain. Pemeran utama inilah yang akan menjadi pusat perhatian dari tulisan tersebut.

Dalam sebuah cerita, pemeran utama akan lebih menonjol dalam melakukan peranannya. Dalam cerita sedih, pemeran utama akan mengalami banyak kesedihan. Begitupun dalam cerita lucu, pemeran utama akan menjadi sosok yang membuat pembacanya tertawa.

4. Buat Alur yang Mengalir

Dalam sebuah karya fiksi ada baiknya kamu menulis cerita semenarik mungkin dan mengalir. Cerita yang mengalir akan membuat pembaca terbawa ke alur cerita tersebut. Dan akan membuat tulisan kamu tidak bosan untuk di baca.

Untuk mempermudah membuat cerita yang lebih mengalir, sebaiknya tentukan waktu kejadian, prosess kejadiannya, serta berikan penjelasan tentang tempat kejadian. Dengan demikian kamu akan lebih mudah membuat alur cerita yang mengalir.

5. Buat Kejadian Unik

Agar karya fiksi kamu lebih memukau. Kamu bisa memasukan kejadian-kejadian unik dalam karya fiksi kamu. Memberi rintangan pemeran utama misalnya, yang akan membuat pembaca ikut berdebar-debar.

Kamu juga bisa membuat kejadian unik yang membuat pembaca tertawa atau sedih. Dengan memasukan kejadian unik, tulisan kamu akan lebih berwarna. Kejadian unik ini harus kamu sesuaikan dengan tema cerita.

Jika sebuah cerita bertemakan kesedihan. Kamu bisa membuat rintangan untuk pemeran utama meraih tujuannya. Semakin besar tujuan pemeran utama, rintangannya harus semakin besar pula.

Tujuan besar yang bertemu dengan dengan rintangan yang besar akan menciptakan konflik (kejadian unik) yang hebat. Tujuan besar+rintangan besar= konflik hebat.

6. Tulis Ending

21-endingDalam sebuah cerita pasti diakhiri dengan sebuah ending. Pilih satu dari tiga ending ini, happy ending (akhir cerita bahagia), sad ending (akhir cerita menyedihkan), dan articulate ending (akhir cerita yang belum jelas).

Ending atau akhir dari sebuah cerita tidak harus jelas (happy dan sad ending). Kamu juga boleh membuat cerita yang diakhiri dengan articulate ending atau akhir yang belum jelas. Karena fiksi adalah sebuah seni, sehingga harus dibuat semenarik mungkin.

Namun umumnya, sebuah cerita memiliki ending yang jelas bisa happy ending atau sad ending. Namun ini bukan hal yang baku, kamu bisa merubahnya. Tentu perubahan tersebut, harus membuat cerita kamu lebih menarik.

Membuat karya fiksi bukanlah hal yang mudah. Selain harus memiliki keahlian menulis, penulis fiksi juga harus bisa meresapi karyanya. Sehingga melahirkan karya yang bagus, dan mampu membawa pembaca mengikuti alur cerita.

Namun, jika kamu masih pemula. Kamu tidak perlu memikirkan karya fiksi kamu bagus atau tidak. Yang terpenting, kamu memulainya terlebih dahulu, karna setelah memulai kamu akan memahami bagaimana membuat karya fiksi yang disukai oleh pembaca.

Selain itu menulis adalah sebuah keterampilan, termasuk dalam menulis cerita. Sehingga untuk menjadi penulis (fiksi dan non fiksi) yang lebih baik, kamu harus mengasah kemampuan tersebut. Cara terbaiknya adalah dengan berpraktik menulis, bukan hanya menguasai konsep menulis saja.

Oleh karna itu, jika kamu ingin belajar menulis fiksi. Cobalah ikuti tips-tips yang kami jelaskan di atas. Lakukan secara bertahap, hingga kamu benar-benar mampu menulis fiksi dengan baik

Sumber : tutorial-id.mywapblog.com

Iklan