Tag : Pembodohan Pada Kunci Jawaban Ujian Nasional, Jangan Sekali kali menggunakannya!; Kunci Jawaban UN berbahaya; Kunci UN menipu; Tidak lulus; Tidak diterima di sekolah favorit; Putus sekolah

UN (Ujian Nasional) merupakan salah satu syarat kelulusan bagi setiap jenjang pendidikan baik SD, SMP, maupun SMA. Banyak siswa yang berusaha membuat nilai terbaik pada momen tahunan ini, atau hanya 3 kali seumur hidup. Salah satunya adalah dengan membeli kunci jawaban. Biasanya semakin mahal kuncinya, semakin banyak nilainya.

 

Tetapi menurut saya, Kunci Jawaban UN ini adalah sebuah megakarya pembodohan massal bagi seluruh siswa di Indonesia, tentunya yang memakainya. Mengapa demikian?

Dari mana Kunci itu berasal?

Sangat mustahil apabila kunci jawaban UN itu bisa dipegang orang yang tak bertanggung jawab dan disebarkan massal. Kemungkinan terbesar kunci itu diperoleh dari kebocoran soal UN.

Siapa yang membuatnya?

Dimana ada kebocoran soal? Paket Soal UN itu dikirim dari pusatnya (Jakarta) ke provinsi, baru ke daerah daerah sampai sekolah dengan kendaraan lapis baja dan anti peluru serta dengan dikawal aparat gabungan polisi dan TNI. Yang mengetahui soal-soal UN itu ya hanya si pembuat soal dan pihak percetakan. Kalau mau pasti ya tanya ke percetakannya.

Berapa Peluangnya?

Dari teman saya, bahwa temannya yang menggunakan kunci jawaban 100% tanpa berfikir, hasil nilai UNnya adalah 18 dari 40 (4 mapel SMP), yaitu dengan prosentase peluang sekitar 45% atau nilai rata-rata 4,5.

Luluskah?

Di kurikulum KTSP yang lalu, jumlah nilai minimal kelulusan adalah 5,5, sedangkan pada peluang 45% itu, sangat mustahil mencapai 5,5. Tetapi sekarang, pada kurikulum 2013 yang menentukan kelulusan adalah pihak sekolah (dapat diartikan semua siswa akan lulus asal nurut)

Diterimakah di Sekolah Favorit?

Tidak, peluangnya sangat mustahil dan tidak mungkin. Dengan nilai UN 18, sangat tidak mungkin. Sedangkan SMA/SMK favorit paling tidak mengantongi nilai 30 (75%). Jauh ya!!

Bagaimana Kedepannya?

Siswa eks pengguna kunci mungkin akan bersekolah di sekolah swasta minim murid (sekolah baru). Itu sih masih mending, ada yang putus sekolah dan memilih kerja.

Penyesalan?

Penyesalan di akhir tidaklah berguna. Daripada menyesal pada akhirnya, lebih baik kita belajar dengan tekun di awal. Daripada membeli kunci dengan biaya mahal tapi hasilnya nihil lebih baik ditabung untuk keperluan mendatang.

Mungkin tulisan ini hanya untuk mengingatkan adik-adik dan kakak-kakak yang dalam waktu dekat ini akan menjalani Ujian Nasional. Terus belajar, jangan andalkan Kunci Jawaban

Tag : Pembodohan Pada Kunci Jawaban Ujian Nasional, Jangan Sekali kali menggunakannya!

Iklan