Tag : Adakah Potensi Kehidupan Di luar Bumi?

Adakah Potensi Kehidupan di Luar Bumi
Adakah Potensi Kehidupan di Luar Bumi

Adakah Potensi Kehidupan Di luar Bumi?

Adakah Potensi Kehidupan Diluar Bumi?

Saya akui bahwa perbincangan mengenai antariksa itu sangat menarik untuk
diikuti karena sampai saat ini detik ini juga kita tidak tahu dimana
ujung alam semesta ini, apa yang ada diluar sana? apa yang terjadi?
apakah ada kehidupan lain selain di bumi? dalam perbincangan kali ini
saya akan membawa anda, membuka pikiran anda semua tentang potensi
kehidupan diluar bumi, ini hanyalah asumsi dan perkiraan karena belum
ada bukti pasti mengenai awal mula kehidupan di alam semesta ini, saya
hanya akan membuat gambaran dan mempermudah anda menalar awal kehidupan
di bumi dan alam semesta.

Untuk mempermudah anda semua dalam mengikuti perbincangan kali ini, saya
akan membagikan pembahasan kali ini kedalam 3 Topik pembicaraan, antara
lain :

  1. Komponen penyusun kehidupan
  2. Penalaran luar angkasa dari sudut pandang Bumi
  3. Potensi Kehidupan di luar planet Bumi

Komponen penyusun kehidupan

Tentunya untuk membicarakan tentang potensi kehidupan diluar bumi dan
menganalisa luar angkasa kita perlu mengetahui apa komponen komponen
penyusun kehidupan, apa yang membuat kehidupan itu ada. Maksudnya,
jika makhluk hidup dari mulai domain Bakteria, Archaea dan Eukarya telah
berhasil berkembang biak dan menghasilkan spesies yang beraneka ragam
yang kaya
di planet Bumi ini. Maka perlu kita telaah dulu mengapa hal itu bisa
terjadi,
dengan harapan bahwa skenario yang sama atau mirip juga terjadi di luar
angkasa
atau di planet lain.

Pertama tama, saya menekankan bahwa BELUM diketahui pasti awal mula kehidupan ini terbentuk. Sejauh yang kita ketahui unsur yang terpenting adalah Carbon (C), dengan kata lain, sejauh ini diketahui bahwa seluruh yang ada di bumi ini mengandung karbon sebagai material dasarnya. Kenapa karbon? karena karbon inilah yang dibutuhkan untuk membetnuk senyawa-senyawa yang dibutuhkan untuk membentuk mahluk hidup seperti Glukosa, Karbohidrat, Lemak, Asam Amino, Protein, dll.

Selain karbon, yang paling dibutuhkan selanjutnya adalah air (H2O) dalam bentuk cair, Kenapa air? air merupakan unsur penting bagi mahluk hidup karena air berperan sebagai pelarut yang baik dan itu penting untuk kelangsungan kerja sel kita. Selain itu air juga berperan dalam ikatan DNA seluruh mahluk hidup melalui ikatan Hidrogen. Tanpa air, sel-sel tubuh mahluk hidup tak akan bisa bekerja.

Lantas bagaimana caranya senyawa-senyawa tersebut bisa ada di Bumi? Untuk senyawa organik beberapa ilmuwan berpendapat bahwa senyawasenyawa tersebut terbentuk dari senyawa-senyawa an-organik yang ada saat kehidupan pertama terbentuk (Sekitar 3,5-3,8 Milyar tahun yang lalu).
Namun belakangan ini ada sebuah hipotesa yang mengatakan bahwa
senyawa-senyawa komponen penyusun kehidupan itu belum tentu berasal dari
bumi, tapi dapat juga karena terbawa oleh Asteroid, karena berdasarkan bukti-bukti terkini, ternyata ditemukan senyawa-senyawa tersebut, termasuk juga Air, ternyata terdapat dalam Asteroid!

 Sedangkan seperti yang kita ketahui, dulu, sekitar 3,8 Milyar tahun lalu bumi dihujani meteor dalam jumlah yang super banyak, peristiwa tersebut disebut dengan Late Heavy Bombardment. Nah, sekarang para ilmuwan menduga bahwa peristiwa itu telah membawa air dan senyawa organik yang banyak dan bisa menjadi bahan untuk membangun kehidupan di bumi sampai terlihat seperti sekarang ini.

Berikut adalah ilustrasi dari peristiwa Late Heavy Bombardment



Late Heavy Bombardment


Mungkin sekarang muncul pertanyaan di kepala anda, “jika dulu
kehidupan terbentuk dari senyawa kimia, apakah kita bisa mensimulasikan
hal yang sama dapat terjadi saat sekarang ini?”. Sayangnya hal itu sulit
direalisasikan, kenapa? Karena keadaan planet Bumi ini jauh berbeda saat
kehidupan muncul pertama kali di bumi (3,8 Milyar tahun yang lalu)
dengan keadaan Bumi saat sekarang. Apa bedanya? Yang paling signifikan
adalah kondisi Planet Bumi yang sekarang memiliki kadar oksigen yang
tinggi di atmosfer, dimana kadar oksigen yang tinggi ini justru buruk
bagi proses terbentuknya kehidupan.

Kenapa begitu? Bukankah oksigen adalah penunjang utama kehidupan? Dalam
hal ini, oksigen memiliki peran lain, yaitu merupakan oksidator atau perusak proses yang
kuat dan bisa dengan mudah mengoksidasi senyawa-senyawa yang penting bagi kehidupan. Dengan begitu, konsekuensinya,
“kehidupan” tidak dapat terbentuk dengan kondisi Bumi seperti sekarang ini.

Selain hipotesa di atas, ada sebagian ilmuwan lain yang menduga bahwa
hydrothermal vent merupakan skenario yang lebih tepat untuk
menggambarkan munculnya kehidupan pertama kali. Apa itu Hydrothermal
Vents? Hydrothermal Vents adalah retakan di permukaan planet yang secara
geothermal memanaskan perairan. Lalu apa hubungannya dengan skenario
kemunculan kehidupan? Hipotesis ini muncul karena di sekitar
hydrothermal vent terdapat konsentrasi bahan organik yang sangat tinggi,
dan panas dari hydrothermal vent ini memberikan cukup energi untuk
kehidupan dapat terbentuk.

Berikut adalah gambar dari Hydrothermal Vents


Hydrothermal Vents


Terlepas dari berbagai hipotesa yang sekarang masih dalam proses
pembuktian lebih dalam, semua hipotesis tersebut memiliki kesamaan yaitu
kehidupan pasti muncul di air yang memiliki konsentrasi bahan organik
tinggi dan mendapatkan energi yang sangat besar dari aktivitas vulkanik.
Dari situ diduga kehidupan awal yang muncul adalah bakteri yang sangat
sederhana, setelah mengalami proses yang panjang baru muncul
organisme-organisme yang dapat berfotosintesis dan menghasilkan oksigen,
diduga organisme fotosintesis baru muncul pada 2,7milyar tahun yang
lalu. Dengan berbekal pengetahuan ini, kita berangkat dengan asumsi
bahwa kehidupan di luar planet bumi ini juga memiliki “syarat-syarat”
yang juga mirip dengan yang ada di Bumi. 



2. Penalaran luar angkasa dari sudut pandang bumi


Setelah membahas tentang komponen penyusun kehidupan, berikutnya
kita akan membahas tentang definisi dari “luar angkasa” itu sendiri.
Kalo kita melihat langit pada malam hari, kita dapat melihat bintang yang
jumlahnya sangat banyak. Tapi pernahkah anda penasaran, bintang yang
kita lihat itu ada berapa banyak jumlahnya? Seribu, sepuluh ribu,
Sejuta, Semilyar, Setrilyun? Seberapa luas kah arti dari kata
“luar angkasa” itu? Sampai mana kah ujung dunia yang kita ketahui? Tentu
dengan mengetahui seberapa luas alam semesta ini, kita bisa juga
memperkirakan seberapa besar potensi atau kemungkinan adanya kehidupan
lain di luar planet bumi.

Oke untuk memberi gambaran seberapa luas alam semesta tempat kita
hidup ini saya akan memberi sedikit gambaran tentang lokasi “rumah” kita
di alam semesta. Pertama yang kemungkinan besar agan semua ketahui
adalah kita hidup di salah satu sistem tata surya (solar system) dimana
tata surya kita berada dalam pusaran galaksi bima sakti (milky way).
Tolong bedakan tata surya dengan galaksi, mungkin sebagian dari kita masih bingung apa itu galaksi dan apa itu tata surya, Tata Surya (Solar System)
adalah

kumpulan benda-benda langit yang terdiri dari sebuah bintang besar, dan
semua objek yang terikat oleh gaya grafitasinya. Sedangkan Galaksi
adalah sekelompok bintang yang membentuk suatu sistem, terdiri
atas lebih dari
satu benda angkasa yang berukuran besar dan dikelilingi oleh benda-benda
angkasa lainnya sebagai anggota galaksi yang beredar mengelilingi
secara teratur. Jadi dapat ditarik kesimpulan bahwa sistem tata surya
adalah sebuah sistem yang
terpusat pada 1 bintang yaitu matahari dan memiliki 8 buah planet, 5
dwarf planet, dan banyak komet serta asteroid mengitarinya. Sementara
itu, matahari (yang notabene adalah sebuah bintang) sebetulnya cuma
salah 1 dari sekitar 100–400 milyar bintang yang mungkin terdapat
didalam galaksi milky way!! Lebih lagi, galaksi milky way kita ini hanya
1 dari 1200-2000an galaksi yang berada di dalam virgo supercluster
(kumpulan galaksi). Bisa dibayangkan sekecil apakah kita? Bukan hanya
itu, Virgo Spercluster inipun ternyata hanya satu dari kira-kira 10 juta

supercluster yang bisa kita ketahui saat ini!

Mengapa dikatakan yang kita ketahui saat ini? Iya, karena sebetulnya sampai saat ini
kita masih belum bisa melihat ujung dari alam semesta ini, karena
informasi yang kita dapatkan adalah cahaya yang kita tangkap dari Bumi.
Sementara itu, cahaya terjauh yang telah kita tangkap adalah 46.6 Milyar
tahun cahaya. Lebih jauh dari itu, bukan berarti tidak ada apapun, namun lebih tepatnya belum diketahui hingga saat ini.

Coba simak video berikut untuk mendapatkan gambaran lebih jelasnya lagi








Sudah dapat membayangkan bagaimana “Besar” nya kita? mari kita lanjut ke topik yang selanjutnya.





3. Potensi kehidupan diluar bumi



Setelah anda mengetahui komponen penyusun kehidupan dan juga
betapa luasnya alam semesta kita ini, sekarang kita masuk ke
menu utama kita yaitu potensi kehidupan di luar planet bumi. Sampai saat
ini, hanya planet bumi satu-satunya tempat yang kita tau kehidupan bisa
ada dan bertahan. Mungkin diantara anda ada yang
bertanya-tanya, kenapa bumi? Apa yang spesial dari kondisi bumi sehingga
kehidupan bisa muncul dan ber evolusi di bumi? Mungkin ga sih diluar
sana ada “bumi lain” tempat kehidupan bisa ada di alam semesta ini?
Sebagian besar dari alam semesta ini tidak bisa di jadikan tempat hidup,
tapi kenapa bumi kita bisa ideal untuk kehidupan ini? Jawabannya adalah karena
bumi berada di zona yang tepat. Nah zona itu di namain dengan Habitable
Zone.





Habitable Zone


Sebagian besar dari alam semesta ini jelas tidak dapat dihuni bagi
manusia, karena memang kebanyakan isinya ruang vakum sehingga tidak
mungkin dihuni, baik manusia maupun makhluk hidup manapun yang kita
ketahui di Bumi. Lalu planet-planet gas seperti Jupiter, Mercury, dan
lainnya juga tidak mungkin untuk dihuni, jadi yang bisa dihuni itu
planet
seperti apa sih? Berdasarkan komponen penyusun kehidupan yang telah kita
bahas pada point 1, para ahli astrobiologi berpikir bahwa terdapat
beberapa “persyaratan” agar kehidupan bisa terbentuk dalam sebuah
lingkungan di luar Bumi. Pertama, hal yang paling mendasar dibutuhkan
adalah air yang berbentuk cairan (suhu sekitar 0 derajat C-100 derajat
C). Air yang berada dalam bentuk cairan itu jadi kunci supaya
kehidupan bisa muncul untuk pertama kali, dari situ para saintis
merumuskan yang namanya habitable zone/goldilocks zone yaitu zona dimana
air bisa bertahan dalam bentuk cair.



Habitable Zone



Keberadaan air dalam bentuk
cair bisa terjadi di suatu planet jika planet tersebut
berada di jarak yang tepat dari bintang-nya. Pemahamannya seperti ini,
kalau suatu planet atau satelit itu letaknya terlalu dekat
dengan bintang-nya, suhu planet itu akan terlalu panas jadi air akan
menguap, sementara kalau jaraknya terlalu jauh dari bintangnya maka
airnya akan membeku semua. Jarak ideal agar air dalam bentuk cair ini
dipengaruhi juga dengan index kecerahan bintang. Semakin cerah
bintang maka habitable zone akan semakin jauh dari bintang tersebut.
Untuk suatu tempat bisa memiliki air dalam bentuk cair, maka
tempraturnya harus sekitar 0 derajatC-100 derajat C. Tetapi jika kita
menghitung suhu
bumi dengan formula untuk menacari suhu efektif (dalam Kelvin), suhu
bumi seharusnya 255 derajat K atau -18 derajat C, Mengapa begitu dingin?
Tapi mengapa suhu bumi tidak -18 oC? Ternyata ini dipengaruhi oleh
keberadaan atmosfer, dan di atmosfer bumi terdapat gas-gas rumah
kaca seperti CO2 dan CH4. Gas-gas itu lah yang membuat bumi bisa
“hangat” seperti. Jadi para ilmuwan merumuskan gas-gas rumah kaca itu
juga
harus diperhitungkan untuk dapetin nilai suhu planet yang tepat.





Lalu apakah ada planet lain selain bumi yang berada di habitable zone? Nah ternyata menurut NASA ada, dan
planet-planet tersebut juga planet berbatu seperti bumi yaitu planet Gliese 581d
dan HD85512b. Berarti ada kemungkinan bahwa ada alien diluar sana? Tunggu dulu,
peneliti NASA sampai saat ini belum dapat menentukan apakah Gliese 581d
dan HD85512b itu pasti layak untuk dihuni atau tidak. Dikarenakan sampai
sekarang ini, kita belum mengetahui berapa tepatnya CO2 yang ada di
atmosfer kedua planet tersebut. Selain itu, ada beberapa hal lain yang
menjadi pertimbangan selain habitable zone, yaitu massa dari kedua
planet itu sangat besar, jadi gravitasinya juga pasti lebih tinggi dari
bumi.


Lalu apa hubungannya massa sebuah planet dengan potensi kehidupan?
Penjelasannya kita gunakan contoh planet tetangga
kita yaitu Mars. Secara hitungan di atas kertas, Mars sebetulnya masuk
ke daerah habitable zone, hanya saja medan magnet di planet Mars lemah
dan juga massanya relatif kecil. Akibatnya, Mars tidak memiliki “perisai”
yang melindungi atmosfer dari radiasi matahari dan juga mengalami
kesulitan untuk mempertahankan atmosfernya. Itulah sebabnya, Mars
mengalami kekeringan dan airnya sekarang habis.





Tapi bukan berarti Mars gagal sepenuhnya sebagai tempat penyokong
kehidupan. Karena sebetulnya, jutaan tahun yang lalu diperkirakan
memang ada air dalam bentuk cair di Mars. Selain itu, karakteristik
vulkanik dari planet itu mirip bumi yang berarti substratnya banyak
mengandung material organik. Jadi
kemungkinan besar jutaan tahun yang lalu ada mahluk hidup di Mars,
minimal dalam bentuk bakteri.





Kehidupan diluar Habitable Zone 



Ilmuwan sebelum tahun 70an menyatakan bahwa sangat tidak mungkin ada
kehidupan disekitar Hydrothermal Vents yang diketahui memiliki suhu yang
tinggi dan sangat beracun dan tidak ada oksigen, tetapi ternyata, kita
dapat menemukan kehidupan disekitar Hydrothermal Vents! lantas apakah
mungkin kita dapat hidup diluar habitable zone?





Berikut adalah cuplikan kehidupan disekitar Hydrothermal Vents






Jadi masih ada kemungkinan untuk kita hidup di tempat lain di alam
semesta ini karena masih banyak tempat yang memilikikondisi seperti itu,
dan ternyata memang ada, bahkan letaknya tidak terlalu jauh dari bumi.
Karena keadaan yang mirip dengan hydrothermal
vent itu juga ada di beberapa satelit yang ada di sistem tata surya
kita.

Salah satu satelit yang diduga mempunyai lautan di bawah lapisan es di
permukaannya yaitu bulan Europa (Satelit dari planet Jupiter). Di
bawah lapisan es Europa setebal 10-15km, diduga terdapat laut yang dalam

(sekitar 100km). Kenapa bisa? Bukankah bulan Europa jauh dari
matahari?Kenapa masih terdapat air dibawah lapisan es-nya? Keberadaan
air dalam
bentuk cair ini diduga diakibatkan oleh tidal heating yang artinya
gesekan antara inti Europa dengan lapisan di atasnya, gesekan ini
muncul karena adanya perbedaan rotasi nya satelit
dengan gerak satelit tersebut mengelilingi jupiter. Panas yang
dihasilkan
oleh gesekan itu yang membuat es jadi mencair dan membentuk lautan yang
luas.
Nah di dasar lautnya bulan Europa ini hasil dari panas gesekan itu ada
yang membentuk gunung api vulkanik, ada juga yang yang berbentuk
hydrothermal vent. Pada tempat-tempat seperti itulah diduga kehidupan di
bulan Europa akan ditemukan.


Berikut adalah struktur bulan Europa


Europa


Berdasarkan fakta yang kita ketahui sekarang tentang bulan Europa yang
juga memiliki laut dan juga aktivitas vulkanik di dasar lautnya, bisa
dibilang bahwa Europa memiliki kondisi yang memungkinkan untuk bakteria,
dan mahluk-mahluk bersel satu bisa muncul. Jika organisme bersel satu
bisa idup, bisa aja organisme-organisme tersebut dapat mengubah keadaan
laut di satelit Europa jadi bisa menyokong kehidupan yang lebih
kompleks, seperti yang terjadi di bumi ini.


Sampai dengan saat ini, NASA udah menargetkan tahun 2020 akan mengirim
wahana yang dapat menjelajah di lautan Europa sana. Jadi mungkin saja
dalam waktu kurang lebih 5 tahun lagi, kita akan menemukan kehidupan
pertama di luar planet bumi. Kalau ternyata di Europa ada kehidupan,
berarti kemungkinan besar di tempat-tempat yang mirip seperti itu
seperti satelit Ganymade, Enceladus dan tempat-tempat lain yang mirip
seperti juga mengandung kehidupan. Jadi mungkin saja kehidupan,
apalagi kehidupan tingkat rendah (bersel satu) itu tidak terlalu langka
di alam semesta ini.





Sekian saja ulasan tentang Potensi Kehidupan Diluar Bumi, semoga bisa
membuka pikiran anda tentang alam semesta ini, bagaimana ini bermula,
dan bagaimana ini terbentuk, dengan membaca artikel ini diharpkan kalian
dapat mendapatkan gambaran betapa kecilnya kita di alam ini, dan betapa
rumitnya sang pencipta menciptakan kita, namun tak ada kerumitan yang
berarti dimata sang pencipta. Sempatkanlah waktu kosong anda untuk
berpikir “ada apakah diluar sana?” bukalah rasa penasaran anda dan mulai
lah mencari kebenaran.

Tag : Adakah Potensi Kehidupan Diluar Bumi?


Source : M1CRO-smansa.org

Iklan